Sekilas Laporan Perubahan Iklim IPCC: Kondisi Permukaan Air Laut

Dalam laporannya, IPCC menyebutkan adanya kenaikan tinggi permukaan air laut dalam sekitar satu abad terakhir.

It is unequivocal that human influence has warmed the atmosphere, ocean and land. Global mean sea level increased by 0.20 [0.15 to 0.25] m between 1901 and 2018. The average rate of sea level rise was 1.3 [0.6 to 2.1] mm yr-1 between 1901 and 1971, increasing to 1.9 [0.8 to 2.9] mm yr-1 between 1971 and 2006, and further increasing to 3.7 [3.2 to 4.2] mm yr-1 between 2006 and 2018 (high confidence). Human influence was very likely the main driver of these increases since at least 1971.

Kutipan ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut.

  • Tindakan manusia dengan nyata telah menyebabkan pemanasan di atmosfer, lautan, dan daratan.
  • Pada kurun waktu antara 1901 dan 2018 (117 tahun), tinggi rata-rata permukaan laut telah mengalami kenaikan, tapi dengan laju kenaikan yang tidak sama, yaitu sebagai berikut.
    • Laju kenaikan tinggi rata-rata permukaan laut pada kurun antara 1901 s.d. 1971 adalah 1,3 milimeter per tahun.
    • Laju kenaikan tinggi rata-rata permukaan laut pada kurun antara 1971 s.d. 2006 adalah 1,9 milimeter per tahun.
    • Laju kenaikan tinggi rata-rata permukaan laut pada kurun antara 2006 s.d. 2018 adalah 3,7 milimeter per tahun.
  • Dapat disimpulkan bahwa semakin lama, tinggi rata-rata permukaan laut naik dengan semakin cepat. IPCC menyatakan bahwa semakin cepatnya kenaikan ini sangat mungkin akibat perngaruh tindakan manusia.

Dalam bagian laporan yang khusus membahas sains fisika perubahan iklim, IPCC menjelaskan secara fisika penyebab kenaikan tinggi permukaan air laut ini.

Heating of the climate system has caused global mean sea level rise through ice loss on land and thermal expansion from ocean warming. Thermal expansion explained 50% of sea level rise during 1971–2018, while ice loss from glaciers  contributed 22%, ice sheets 20% and changes in land-water storage 8%. The rate of ice-sheet loss increased by a factor of four between 1992–1999 and 2010–2019. Together, ice-sheet and glacier mass loss were the dominant contributors to global mean sea level rise during 2006–2018 (high confidence)

Kutipan ini menjelaskan beberapa hal sebagai berikut.

  • Kenaikan tinggi rata-rata permukaan air laut disebabkan oleh terjadinya pemanasan pada sistem iklim. Pemanasan ini menyebabkan mencairnya es di daratan dan pemuaian termal di lautan.
  • Ada empat faktor yang menyumbang kenaikan tinggi rata-rata permukaan air laut dalam kurun waktu antara 1971 s.d. 2018, yaitu:
    • pemuaian termal, yang menyumbang sebanyak 50% kenaikan tinggi permukaan air laut
    • mencairnya es dari gletser, yang menyumbang sebanyak 22%;
    • mencairnya bongkahan-bongkahan es, yang menyumbang sebanyak 20%;
    • perubahan-perubahan pada penyimpanan air di daratan, yang menyumbang sebanyak 8%.
  • Dibandingkan dengan pada periode tahun 1992 s.d. 1999, pada periode tahun 2010 s.d. 2019 laju mencairnya bongkahan es dan gletser empat kali lipat lebih tinggi.
  • Berbeda dengan kenaikan permukaan air laut pada kurun 1971 s.d. 2018 yang didominasi oleh pemuaian termal, kenaikan pada 2006 s.d. 2018 didominasi oleh mencairnya bongkahan es dan gletser.

Referensi

1. Dua kutipan tersebut diambil dari laporan IPCC berikut (hlm. 4)

IPCC, 2023: Climate Change 2023: Synthesis Report. Contribution of Working Groups I, II and III to the Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Core Writing Team, H. Lee and J. Romero (eds.)]. IPCC, Geneva, Switzerland, 184 pp., doi: 10.59327/IPCC/AR6-9789291691647.

2. Penjelasan fisika mengenai kenaikan tinggi permukaan air laut diambil dari https://www.ipcc.ch/site/assets/uploads/2018/03/TAR-05.pdf

Posted on: December 30, 2023, by :