Program Kampung Iklim Garut yang Diapresiasi IPCC

Dalam laporan terbarunya yang berjudul Climate Change 2022: Impacts, Adaptation and Vulnerability yang diterbitkan pada bulan Februari 2022, IPCC menyoroti berbagai hal terkait dengan kondisi iklim dan berbagai langkah mitigasai yang sudah diterapkan di berbagai negara. Salah satu contoh yang diangkat adalah sebuah program di Indonesia yang bernama Program Kampung Iklim (ProKlim). Kampung ini disebutkan dalam Bab 8 (hlm. 8-101) :

In Indonesia, a well-known program focusing on community-led adaptation and mitigation activities is Proklim. It empowers communities to learn about climate change impacts, record data and plan actions for climate change (Muttaqin and Yulianti, 2019). Multi-stakeholder, participatory planning processes are beneficial to help farmers to screen and prioritise rural livelihood strategies in Indonesia.

Kutipan ini menyebutkan Proklim, sebauh  kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang dipimpin oleh komunitas. ProKlim membantu masyarakat mempelajari perubahan iklim dan membuat rencana-rencana aksi untuk menanggulangi perubahan iklim. Proses-proses perencanaan yang melibatkan berbagai pihak bermanfaat untuk membantu para petani menentukan berbagai strategi dalam pekerjaan mereka di perdesaan.

IPCC mengutip sebuah studi yang dipublikasikan oleh Muttaqin dan Yulianti dalam prosiding seminar internasional The 5th International Seminar on Sciences yang diterbitkan dalam IOP Conference Series: Earth and Environmental Science volume ke-299 pada tahun 2019.

Kampung yang disebutkan dalam ProKlim ini adalah sebuah kampung bernama Simurugul yang terletak di Desa Margawati Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, Jawa Barat. Menurut Muttaqin et. al (2019), Kampung ini telah melaksanakan berbagai kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam kerangka program ProKlim selama sekitar tiga tahun berturut-turut.

Adaptasi Perubahan Iklim di Simurugul

Beberapa kegiatan adaptasi terhadap perubahan iklim yang telah dilakukan di kampung ini adalah sebagai berikut.

1. Pengendalian banjir dan tanah longsor
Kegiatan ini terdiri atas beberapa kegiatan pendukung, yaitu:

(1) Pemeliharaan mata air

Kegiatan ini dilakukan dengan membuat embung untuk irigasi tanaman di musim kemarau, mengurangi kuatnya aliran air hujan di musim hujan, dan mengurangi risiko banjir. Embung ini panjangnya sekitar 15 meter, lebarnya sekitar 5 meter, dan dalamnya sekitar 1,5 meter.

(2) Pembuatan saluran drainase

(3) Pemeliharaan desain bangunan panggung

(4) Pembuatan terasering

2. Peningkatan ketahanan pangan

3. Pengendalian penyakit yang terkait dengan iklim

Mitigasi Perubahan Iklim di Simurugul

Adapun kegiatan – kegiatan mitigasi perubahan iklim di kampung ini di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Pengelolaan limbah padat dan limbah cair.

2. Penggunaan energi baru dan terbarukan

3. Cocok tanam dengan metode yang menurunkan emisi gas rumah kaca

4. Penambahan vegetasi penutup lahan

5. Pencegahan dan pengendalian kebakaran pada lahan.