Peran Bank Sampah di Masa Pandemi Covid-19

Artikel ini ditulis oleh Rifda Ayu Putri dan ditinjau oleh Abdur Rohman, Ph.D.

Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Jember telah melaksanakan webinar kewirausahaan dengan mengusung tema Peran Penting Bank Sampah di Masa Pandemi Covid-19 pada hari sabtu, 24 April 2021. Kegiatan ini dihadiri oleh teman-teman dan beberapa jajaran dosen program studi Teknik Lingkungan Universitas Jember.  Narasumber hebat yang dihadirkan dalam acara ini ada dua orang, yaitu:

  1. Bapak Sisyantoko selaku Direktur Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta, Koordinator Program Pengelolaan sampah Mojokerto Bank Sampah Induk Kabupaten Mojokerto dan Pengurus ASOBSI (Asosiasi Bank Sampah Indonesia).
  2. Mas Wahyu Satrio Aulia S.Pn selaku Project Officer pada Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta. 

Webinar diawali dengan sambutan oleh ketua panitia webinar bank sampah yaitu Sang Ayu Putri Kinanti. Sang Ayu menyatakan bahwa tujuan diadakannya webinar ini adalah tak lain untuk mendorong mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Jember menjadi mahasiswa yang kreatif dan inovatif dalam mengelola sampah demi bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.  Setelah itu, sambutan dilanjutkan oleh Ahmad Ridwan selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan. Ridwan menyatakan tujuan dari adanya webinar ini diharapkan setelah adanya acara ini mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Jember dapat mengetahui manajemen pengelolaan sampah secara lebih luas lagi. Acara selanjutnya yaitu sambutan yang dilanjutkan pembukaan webinar oleh Ibu Dr. Ir. Yeny Dhokhikah S.T.,M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Jember.  Menurut Ibu Yeny Dhokhikah, bank sampah merupakan suatu kegiatan nonprofit dengan jenis kegiatan berupa pengurangan sampah dari sumber. Sambutan Ibu Yeny dilanjutkan dengan pembukaan acara webinar. Kemudian, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh saudara M. Khoidul Umam.

Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Mas Wahyu Satrio Aulia S.Pn yang biasa akan dipanggil Mas Ulil. Beliau menyampaikan bahwasanya keinginan dalam membangun bank sampah ini diawali dengan mirisnya penanganan sampah yang terjadi di sekitar lingkungan beliau. 

Pengolahan sampah secara open dumping dan sanitary landfill masih tetap menjadi pilihan di Negara Indonesia. Menurut Mas Ulil, di Indonesia diperlukan adanya sebuah inovasi pengolahan sampah berbasis circular economic atau pengolahan sampah dengan zero waste. Artinya, sampah yang nantinya akan dibuang di TPA harus seminimal mungkin atau bisa jadi tidak ada sama sekali sisa yang terbuang ke TPA. Tanggung jawab dalam pengelolaan sampah sudah diatur dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2008. Peraturan ini menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan, peraturan ini juga menjadi pondasi adanya gagasan beliau dalam mengembangkan Bank Sampah. 

Kenapa ada bank sampah ? Sejarah bank sampah ini akibat adanya sebuah ledakan di TPA yang lokasinya berada di Jawa Barat. Ledakan ini bisa terjadi karena adanya kandungan gas metan di dalam sampah yang tertimbun terus menerus sehingga mengakibatkan adanya ledakan besar yang menelan 157 korban jiwa. Dari kasus yang sudah terjadi ini diambil kesimpulan bahwasanya sampah yang dikirim ke TPA harus dikurangi jumlahnya. Pengurangan sampah ini bisa dilakukan salah satunya dengan sistem bank sampah. Sistem bank sampah yang sudah dilakukan Mas Ulil di Kabupaten Mojokerto adalah dengan mengadopsi sistem posyandu atau sistem 3 meja dengan bermitra pada perusahaan-perusahaan yang mau mendedikasikan CSR-nya di bidang pengelolaan sampah. Bank sampah memiliki 3 strata, yaitu  : 

  1. Bank sampah induk, berperan dalam proses collecting dari bank sampah unit. 
  2. Bank sampah unit, tugasnya mengumpulkan sampah yang berasal dari nasabah dengan sistem 3 meja.   
  3. Nasabah 

Mekanisme kerja bank sampah menggunakan sistem 3 meja adalah sebagai berikut : 

  1. Meja pertama 

Meja pertama disebut juga meja register atau meja pendaftaran. Di meja pertama ini dilakukan pengisian daftar hadir yang isinya ada jenis sampah yang dibawa oleh nasabah. Penulisan jenis sampah ini akan dilakukan pada slip setoran yang sudah disiapkan oleh pengurus bank sampah untuk tiap-tiap nasabah (gambar 1).

  1. Meja kedua 

Meja kedua ini merupakan meja penimbangan yang fungsinya menimbang tiap-tiap jenis sampah yang telah dicatat pada meja pertama. 

  1. Meja ketiga 

Meja ketiga atau meja pencatatan berfungsi untuk memberikan keterangan  mengenai jenis sampah, harga dan jumlah yang telah ditimbang pada hari penyetoran tersebut kemudian hasil catatan ini akan disalin pada buku tabungan milik nasabah (gambar 2)

 

Gambar 1,2, dan 3. Slip setoran, Buku Tabungan Nasabah, dan Buku catatan induk bank sampah

Sumber : PPT Mas Ulul 

Bank sampah dalam penerapannya memiliki pengurus. Struktur kepengurusan yang ada pada bank sampah umumnya adalah sebagaimana nampak pada Gambar 4. Di dalamnya ada direktur, Sekretaris, Bendahara, Manajer Teknis, dan Pengomposan. 

Gambar 4. Pengurus Bank Sampah

Tugas dari pengurus bank sampah ini adalah melakukan pemilahan sampah yang sudah melalui penimbangan sesuai dengan jenis-jenisnya. Sampah yang telah dipilah selanjutnya akan dikirimkan kepada bank sampah induk di mana nantinya akan dilakukan pembelian dengan sistem beli putus oleh bank sampah induk. Sampah yang ditampung oleh bank sampah induk sendiri akan didistribusikan kepada perusahaan-perusahan yang membutuhkan jenis-jenis sampah yang dibutuhkan. Menurut pemaparan mas ulul, sistem bank sampah pada tiap-tiap wilayah akan berbeda tergantung pada pendekatan yang akan dilakukan pada tiap-tiap nasabah sehingga outputnya nasabah akan percaya dan mau menyetorkan sampahnya kepada bank sampah unit. Skema pengolahan yang ada dalam bank sampah akan dijelaskan menggunakan gambar sebagai berikut : 

Gambar 4. Skema Pengelolaan Bank Sampah.

Sumber : PPT Mas Ulil

Selanjutnya pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Sisyantoko selaku narasumber kedua dalam acara webinar ini. Dalam kesempatan ini pak Sisyantoko menjelaskan mengenai pengolahan sampah. Bapak Sisyantoko menjelaskan bahwasanya dalam penyelenggaraan Bank Sampah beliau diawali di Kota Surabaya kemudian dilanjutkan pendirian kedua di Kota Mojokerto, dimana Kota Mojokerto sendiri merupakan kota kelahiran Bapak Sisyantoko. Kiat-kiat dalam pendirian bank sampah ada 2 kunci , yaitu :

  1. Pendekatan dengan Dinas Lingkungan Hidup
  2. Pelatihan kader lingkungan yang diperoleh dari tiap-tiap desa/dusun yang diproyeksikan untuk dilakukan pengembangan bank sampah. 

Sumber : PPT bapak Sisyantoko

Tahapan awal dalam pengembangan bank sampah ini seharusnya adalah mendirikan bank sampah induk. Bank sampah induk ini akan digunakan sebagai rumah yang akan menaungi bank sampah yang ada di bawahnya seperti bank sampah unit yang ada di desa-desa/dusun sehingga dalam penerapannya nasabah yang akan melakukan penyetoran sudah percaya bahwa sampah yang mereka setorkan pasti akan diolah lebih dalam oleh bank sampah induk tersebut. Dalam penerapannya bank sampah memiliki beberapa standardisasi seperti : 

  1. Pemilahan sampah sesuai jenis sudah dilakukan sejak dari sumbernya (rumah tangga)
  2. Tiap rumah memiliki sarana untuk mengumpulkan sampah kering terpilah. Misal : glangsing atau plastik
  3.  Terbentuk pengurus bank sampah
  4. Ada kesepakatan jadwal penjualan
  5. Ada administrasi pencatatan (kg, Rp, Nasabah, Omzet) 
  6. Memiliki pengepul dengan jadwal pengambilan rutin

Kesimpulan yang dapat diambil dari pemaparan dari Mas Ulil dan Bapak Sisyantoko adalah kita sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan harus peka akan keadaan sekitar. Contohnya pada studi kasus pencetusan ide bank sampah di mana ide ini mulai muncul ketika sudah terjadi sebuah ledakan yang mengakibatkan adanya korban dalam musibah ini. Ide yang kita buat pastinya harus yang bermanfaat, dalam menekuni hal-hal ini juga ada banyak mekanisme-mekanisme yang harus diselesaikan dari tingkatan paling bawah hingga tingkatan paling akhir. Bank sampah juga dapat diimplementasikan pada lingkungan kampus jika ada dukungan semua pihak dan untuk sistem yang akan digunakan harus tetap memperhatikan lingkungan sekitar serta mempertimbangkan sistem mana yang efektif serta efisien untuk program tersebut. 

Rekaman webinar ini dapat dilihat di kanal Youtube resmi Program Studi Teknik Lingkungan UNEJ di sini.