Laporan Kegiatan Penyerapan Aspirasi dengan PT Mitratani Dua Tujuh

Program Studi Teknik Lingkungan menyelengarakan kegiatan Penyerapan Aspirasi Kurikulum Prodi Teknik Lingkungan dengan PT Mitratani Dua Tujuh, perusahaan yang bergerak di bidang ekspor edamame ke Jepang dan berbagai negara lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2021 di Hotel Grand Valonia, Jember, dengan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Pembukaan Acara

Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 09:0. Bapak Asmuni, General Manager Produksi PT Mitratani Dua Tujuh hadir beberapa menit sebelum jam 9 pagi, tepat sesuai dengan jadwal yang diminta ke beliau. Bu Noven Pramitasari, S.T., M.T. sebagai MC membuka acara sekitar pukul 9 pagi dan hadirin kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sembari berdiri.

Bu Noven sebagai MC membuka acara

 

Hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya

Selanjutnya, Bapak Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Triwahju Hardianto, membuka acara didampingi Ibu Kaprodi Teknik Lingkungan dan Bapak Asmuni selaku narasumber.

Bapak Dekan Fakultas Teknik membuka acara.
Kiri-kanan : Bapak Asmuni (GM Produksi PT Mitratani), Bapak Dekan Fakultas Teknik, dan Ibu Kaprodi Teknik Lingkungan

Penjelasan Kurikulum Prodi

Selanjutnya, Bu Dr.Ir. Yeny Dhokhikah, S.T., M.T. sebagai Kaprodi Teknik Lingkungan memaparkan secara cukup detil kurikulum Program Studi Teknik Lingkungan. Dimulai dari Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Prodi, lalu penjelasan mengenai semua mata kuliah wajib untuk Semester 1 sampai dengan Semester 8. Di antaranya mata kuliah Sistem Penyaluran Air Limbah di Semester 4, dan mata kuliah Pengelolaan Limbah B3 serta Pengelolaan Sampah di Semester 5. Setelah itu, beliau memberi penjelasan mengenai semua mata kuliah pilihan.

Bu Kaprodi Dr.Ir. Yeny Dhokhikah memaparkan kurikulum Program Studi Teknik Lingkungan UNEJ

 

Diskusi dengan Manajer PT Mitratani

Setelah sesi presentasi Kaprodi selesai, MC mempersilakan Bapak Asmuni selaku narasumber tunggal untuk memberikan tanggapan dan masukan. Beliau terlebih dahulu memperkenalkan sejarah perusahaan PT Mitratani Dua Tujuh. Mulanya Mitratani menanam edamame 50 hektar dengan dukungan penuh dari Presiden Soeharto. Kemudian, Mitratani bekerja sama dengan perusahaan gas. Kemudian, hasilnya dikirim ke Jepang tapi ditolak karena kualitasnya kurang baik. Selanjutnya Mitratani melakukan perbaikan proses produksi dengan pemanasan lebih singkat, hingga akhirnya berhasil diterima oleh Jepang. Pihak Jepang mengecek produksi Mitratani di Indonesia, dan mereka memilih lokasi Mangli. Selanjutnya produksi terus berlangsung tapi pada periode 1995-2002 masih merugi. Baru mulai mendapat keuntungan mulai tahun 2003. Saat ini berhasil (omzetnya) sekitar Rp25 milyar per tahun.

Selanjutnya, Pak Asmuni menyatakan bahwa ada keterkaitan luar biasa antara kebutuhan industri PT Mitratani dengan kurikulum yang disampaikan Bu Kaprodi. Misalnya pengolahan waste (sampah) karena pada setiap aktivitas Mitratani selalu ada sampah. Di tanah, di pabrik, misalnya kulit edamame yang jumlahnya kira-kira 25 ton tiap hari. Saat ini hanya dijual saja. Begitu juga soal limbah B3 misalnya oli bekas yang merupakan limbah B3. Mitratani mendapatkan oli bekas ini dari NTB dengan membayar biaya transportasi. Saat ini digunakan sebagai bahan bakar. Begitu juga soal air limbah. Begitu juga soal penyimpanan benih di ruang pendingin. Beliau juga menyampaikan tantangan efisiensi produksi. Berdasarkan pengalaman kunjungan beliau ke perusahaan edamame Taiwan, di sana sebuah tim yang terdiri atas seorang ahli mesin yang bekerja sama dengan seorang ahli agronomi dan seorang ahli kimia mampu mengelola 50 hektar. Sementara di Mitratani, satu hektar saja memerlukan 100 orang. Di sana satu mesin mampu memanen 5 hektar. Mereka di sana juga sangat memperhatikan safety, misalnya dalam hal keamanan pestisida. Hasil produksi mereka kualitasnya tinggi. Jadi persaingan sangat tinggi. Mitratani kalah secara teknologi. Meski demikian, di Taiwan ada kelemahan, yaitu banyaknya edamame yang jatuh ke tanah. Kira-kira 500 kg-700 kg per hektar. Selain itu, beliau menyoroti adanya riset di sana mengenai suhu yang tepat untuk varietas edamame tertentu. Di sini varietas dibuat tetap pada kondisi suhu yang berbeda.

Masalah lain adalah sistem pengairan yang baik. Mitratani memiliki 1800 hektar. Kalau pengairannya bisa dikelola dengan baik, banyak biaya yang bisa dihemat. Penanaman yang bekerja sama dengan PTPN hanya bisa dilakukan pada bulan Desember, Januari, dan Februari. Di bulan lain tidak berani penanaman karena kekurangan air. Saat ini kebutuhan air Mitratani adalah 4 liter per detik. Diperlukan sistem penyaringan air sehingga air bisa di-recycle dan bisa digunakan lagi. Dan banyak hal lagi yang beliau sampaikan.

Setelah beliau memberi tanggapan secara monolog, dilanjutkan sesi dialog satu meja antara Bapak Asmuni dari Mitratani dengan Pak Dekan (Dr. Triwahju Hardianto), Pak Wakil Dekan I (Dr. Gaguk Jatisukamto), Pak Wakil Dekan III (Sumardi, MT), dan Bu Kaprodi. Menanggapi Pak Asmuni, Bu Kaprodi juga menyampaikan peminatan program praktik kerja untuk mahasiswa yang dinaungi oleh program pemerintah yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Materi yang beliau sampaikan mengenai praktik kerja mahasiswa di industri dapat dilihat pada Lampiran 2. Bu Kaprodi menjelaskan beberapa peminatan, di antaranya bidang pengolahan air minum ada mata kuliah Pemodelan Lingkungan (untuk perkiraan kualitas air), Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum, Manajemen Proyek dan Estimasi Biaya, Teknologi Pengolahan Air Lanjut, dan lain-lain. Ada 27 sks yang sudah disiapkan untuk bisa dikonversikan. Untuk pengolahan air limbah, ada Pengolahan Limbah B3, AMDAL, Pengolahan Air Limbah Setempat, dan lain-lain. Ada 38 sks yang sudah disiapkan. Ada juga bidang pengolahan sampah, ada mata kuliah Pengelolaan Sampah,  Pengelolaan Limbah Berbasis Energi Terbarukan, dan lain-lain. Ada juga pencemaran udara.

Selanjutnya ada banyak diskusi antara Bapak Asmuni dan Bapak Gaguk mengenai penguatan logam pada mesin-mesiin yang digunakan oleh Mitratani. Bapak Gaguk sedang meneliti metode penguatan logam dengan bahan-bahan lokal. Beliau menjelaskan salah satu teknik untuk mengurangi korosi, dan ternyata teknik yang beliau jelaskan ini baru diketahui oleh Bapak Asmuni sehingga beliau langsung tertarik untuk kerja sama. Setelah diskusi selesai, acara penyerapan aspirasi kurikulum  prodi ini ditutup, lalu seluruh hadirin dipersilakan untuk beristirahat dan makan siang serta beribadah.

 

 

Bapak Dekan, Bapak Wadek I, Bapak Wadek III, Bu Kaprodi, dan dosen prodi berdiskusi dengan Bapak Asmuni sebagai narasumber dari PT Mitratani Dua Tujuh

 

Setelah sesi ISHOMA, dua tim bekerja secara terpisah. Tim prodi Teknik Lingkungan melanjutkan revisi dokumen untuk akreditasi, sedangkan tim taskforce Fakultas Teknik melanjutkan pembuatan renstra Fakultas. Kedua tim bekerja hingga petang. Setelah makan malam, tim taskforce diwakili Bapak Alfredo Bayu Satriya memaparkan hasil kerja tim taskforce ke hadirin yang memuat usulan-usulan renstra terkait tridharma dosen, penguatan kerja sama tingkat Asia Tenggara, dan lain-lain. Hadirin lalu memberi masukan. Setelah itu, acara ditutup sekitar pukul 19:30 WIB.