Kunjungan Lapangan ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan Jember

Ditulis oleh : Arif Hidayatulloh dan Abdur Rohman.

Pada tanggal 3 November 2021 Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Jember mengadakan kunjungan lapangan ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Pandalungan Kabupaten Jember (selanjutnya disingkat dengan PDAM Jember). Kegiatan ini diikuti oleh tiga orang dosen Prodi yaitu Dr. Ir. Yeny Dhokhikah, S.T., M.T., Audiananti Meganandi Kartini, S.Si, M.T., dan Abdur Rohman, Ph.D bersama dengan sekitar 50 orang mahasiswa Prodi angkatan 2019. Diharapkan, dengan kegiatan ini para mahasiswa dapat melihat langsung proses, metode, dan teknologi yang digunakan PDAM Jember dalam mengolah air minum dari sumber aslinya hingga ke saluran menuju tempat tinggal konsumen.

Ada tiga lokasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) yang dikunjungi para dosen dan mahasiswa Prodi dalam kunjungan lapangan ini, yaitu IPAM Tegal Gede, IPAM Pakusari, dan IPAM Sumber Teles.

Lokasi Kunjungan I : IPA Tegal Gede

IPA Tegal Gede berlokasi di Jl. Tawangmangu Gg. DAM III, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Patrang. IPA Tegal Gede mulai beroperasi pada tahun 2012. Sumber air baku pada IPAM ini berasal dari Sungai Bedadung, yang tergolong air permukaan. Pengambilan air baku dilakukan dengan menggunakan intake jenis sumuran dan pengaliran ke unit IPA dengan pompa. IPA Tegal Gede merupakan IPA dengan jenis konstruksi baja dengan kapasitas terpasang adalah 50 liter/detik dengan instalasi pengolahan air lengkap yang terdiri dari Koagulasi – Flokulasi – Sedimentasi – Filtrasi serta kompleks bangunan kantor, lab sederhana, unit pengeringan lumpur, dan rumah genset. Bangunan IPA yang lain yaitu Reservoir dengan kapasitas 750 m3. Wilayah pelayanannya mencakup daerah kecamatan Sumbersari (termasuk di dalamnya Kampus UNEJ) dan sebagian wilayah Patrang.

Intake IPA Tegal Gede (dok. Arif)

Intake adalah unit paling awal pada IPAM, yang berfungsi untuk mengambil air baku dari sumber air. Unit intake IPAM Tegal Gede menggunakan sumur pengumpul sedalam  sekitar 4 m dengan saluran pembawa, dilengkapi bar screen dan dua pompa submersible yang dioperasikan secara bergantian pada siang dan malam. Diameter pipa intake sebesar sekitar 10 inci. Beda elevasi antara letak sumur pengumpul dengan bangunan IPAM Tegal Gede mencapai sekitar 20 m. Unit intake IPAM Tegal Gede terhubung langsung ke unit koagulasi, dengan injeksi koagulan terletak tepat sebelum aliran air yang dipompa masuk ke bak koagulasi. Sebelum masuk ke bak koagulasi, air dari intake dengan sumber air baku dites terlebih dahulu, untuk mendeteksi adanya zat organik, ataupun kadar logam berat serta padatan tersuspensi, atau racun. Salah satu metode yang digunakan untuk menguji kualitas air adalah dengan pemeliharaan ikan. Air yang beracun akan terdeteksi dari kematian ikan. Menurut pihak PDAM Jember, meski sangat jarang terjadi, apabila ditemukan racun (misalnya akibat tindakan orang yang tidak bertanggung jawab yang menebar racun untuk mendapatkan ikan di sungai),  operasi PDAM pasti segera dihentikan secara total hingga kualitas air kembali normal.

Unit koagulasi di IPA berfungsi untuk menggumpalkan zat padat tersuspensi dalam air baku (termasuk logam), sehingga partikel tersuspensi tersebut mengumpul dan menjadi lebih berat untuk dapat diendapkan. Koagulasi memerlukan pengadukan cepat (turbulen) untuk mendispersi koagulan. Koagulan yang digunakan di IPAM Tegal Gede dan Pakusari jenisnya sama, yaitu Poli Aluminum Klorat (PAC). Pembubuhan koagulan dilakukan dengan cara menginjeksi ke air baku pada pipa intake sebelum masuk ke bak koagulan dengan takaran tertentu setelah dites di dalam laboratorium dengan proses jar test.

Unit flokulasi di IPA Tegal Gede berfungsi seperti koagulasi namun pengadukannya harus lambat atau aliran airnya harus dalam keadaan tenang (laminer). Aliran laminer pada flokulasi membantu proses pengumpulan gumpalan koagulan menjadi gumpalan yang lebih besar (disebut dengan flok). Flok memiliki massa yang lebih besar sehingga partikelnya bisa lebih cepat mengendap, dan membuat air menjadi lebih jernih. Air hasil flokulasi kemudian disalurkan ke bak sedimentasi.

Unit flokulasi di IPAM Tegal Gede menggunakan flokulasi mekanis pengadukan lambat, degan bantuan impeler yang dipasang di dasar tangki flokulasi. Terdapat 5 bak flokulasi dengan bentuk heksagonal dan saling terhubung.

Mahasiswa mengamati eksperimen flokulasi di lab IPA Tegal Gede (dok. Abdur)

Unit sedimentasi merupakan unit untuk mengendapkan gumpalan-gumpalan dari flokulasi dengan bantuan pelat-pelat seperti sekat yang ditata miring (disebut plate settler). Plate settler juga berfungsi untuk memperlambat aliran air, sehingga flok memiliki waktu pengendapan yang panjang, selain itu juga untuk menangkap flok yang terendap sehingga masuk ke zona lumpur yang ada di dasar bak sedimentasi. Air dalam bak sedimentasi disalurkan ke unit filtrasi dengan saluran pelimpah yang terdapat di permukaan bak (disebut dengan gutter). Fungsi gutter juga untuk tempat sebagian endapan yang masih terdapat di permukaan air.

IPA Tegal Gede memiliki unit sedimentasi dengan dimensi bak sekitar 5 mx 8 m kedalaman hingga 5,5 m dengan pembagian 3 meter merupakan zona plate settler, dan 2,5 meter adalah zona lumpur.

Unit sedimentasi IPA Tegal Gede (dok.Abdur)

Lokasi Kunjungan II : IPA Pakusari

IPA Pakusari berlokasi di Jl. A. Yani, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari. IPA Pakusari mulai beroperasi pada tahun 2014. Sumber air bakunya berasal dari Sungai Mayang, yang tergolong air permukaan. Pengambilan air baku dengan menggunakan intake jenis sumuran dan pengaliran ke unit IPA dilakukan dengan pompa. IPA Pakusari merupakan IPA dengan jenis konstruksi baja dengan kapasitas terpasang adalah 20 liter/detik dengan instalasi pengolahan air lengkap yang terdiri dari Prasedimentasi – Koagulasi – Flokulasi – Sedimentasi – Filtrasi serta kompleks bangunan kantor, lab sederhana, unit pengeringan lumpur, dan rumah genset. Bangunan IPA yang lain yaitu Reservoir dengan kapasitas 300 m3. Wilayah pelayanan mencakup daerah kecamatan Sumbersari dan sebagian wilayah Pakusari.

Pada intake IPA Pakusari dioperasikan unit prasedimentasi untuk membersihkan air dari pasir karena air pada Sungai Mayang memang memiliki karakteristik yang khas yaitu kandungan pasir yang tinggi. Pengambilan air baku dari bangunan prasedimentasi berjarak sekitar 150 m. Air hasil prasedimentasi dipompakan ke unit koagulasi dengan 2 pompa submersible, dengan diameter pipa masing-masing 4 inci atau 10 cm.  Unit prasedimentasi di Jember hanya terdapat di IPAM Pakusari. Bak unit prasedimentasi di IPAM Pakusari memiliki 6 bak pengendap dengan dimensi masing-masing bak sekitar 3 meter x 2 meter x 2,5 meter. Air hasil prasedimentasi dipompakan ke unit koagulasi.

Bak Prasedimentasi IPA Pakusari (dok. Abdur)
Unit Flokulasi IPA Pakusari(dok.Arif)

Lokasi Kunjungan III: IPA Sumber Teles

Lokasi ini memiliki beberapa sebutan yang populer, yaitu Sumber Teles, Sumber Telas, dan Sumber Melas. IPA ini berlokasi di Jl. Ikan Kakap, Kelurahan Karangpring, Kecamatan Kaliwates. IPA Sumber Teles dibangun pada tahun 1932 pada zaman pemerintahan Belanda dan menjadi cikal bakal PDAM di Jember. Sumber air baku berasal dari mata air Sumber Teles. IPA Sumber Teles merupakan IPA yang paling sederhana, terdiri dari bangunan bronkaptering untuk menampung air dari sumber mata air dan kantor maintenance kecil, dengan debit air rata-rata pada saat musim kemarau sebesar 30 liter/detik dan pada musim penghujan hingga 50 liter/detik.

Pengarahan di IPA Sumber Teles (dok. Abdur)
Sumber air baku IPA Sumber Teles (dok.Abdur)

Air dari bangunan bronkapter dialirkan menuju ke reservoir secara gravitasi dengan pipa ACP. Bangunan IPA yang lain yaitu Reservoir dengan kapasitas 1500 m3 di kawasan yang cukup jauh dari IPA, yakni di Jl. Kacapiring Gg. III. Wilayah pelayanan mencakup daerah Kecamatan Kaliwates.

IPA Sumber Teles (dok. Abdur)

IPAM Tegal Gede, Pakusari, maupun Sumber Teles memiliki mekanisme disinfeksi yang sama, yakni disinfektan dibubuhkan saat air baru masuk ke reservoir.