Efektivitas Pemakaian Berbagai Jenis Masker

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah menginstruksikan masyarakat untuk selalu mengenakan masker. Para peneliti di Universitas Manchester di Inggris dan Universitas Nairobi di Kenya baru-baru ini menerbitkan artikel ilmiah yang mengulas efektivitas penggunaan masker.

Artikel yang ditulis oleh Mingrui Liao dkk itu berjudul A technical review of face mask wearing in preventing respiratory COVID-19 transmission dan terbit tanggal 29 Januari 2021 pada jurnal Current Opinion in Colloid & Interface Science (kategori Q1 pada pemeringkat Scimago).

Dalam artikel ini para peneliti menyajikan tinjauan pustaka mengenai berbagai eksperimen dan studi terbaru mengenai efektivitas penggunaan masker dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sebanyak 11 studi eksperimen di Amerika Serikat, China Australia, dan  Kanada yang dilaksanakan dalam jurun 2009-2020 semuanya menunjukkan bahwa penggunaan masker efektif dalam mengurangi terhirupnya virus (tidak hanya virus Corona) yang berada di udara.

Jenis masker yang paling populer adalah surgical mask.  Ada juga masker yang terbuat dari serat sintetis. Dalam pembuatannya diperlukan PP sebagai bahan campuran.

Studi ini menyebut banyak jenis masker yang memiliki lapisan luar kain yang bersifat tahan air sehingga dapat menghalangi bakteri. Meski demikian, penambahan material nano dapat lebih kuat menghalangi bakteri.  Sebuah studi menunjukkan bahwa partikel nano jenis tembaga dapat bekerja menjadi penghambat pertumbuhan mikroba, di antaraya Escherichia coli dan Candida albicans. Efek penghambat pertumbuhan mikroba ini tidak hanya muncul pada partikel nano yang berupa tembaga, tetapi juga pada Ag, Ti/Ni, dan MgF2.

Artikel ini juga menyebutkan hasil penelitian sebelumnya yaitu Fishcer at al. Studi ini memeriksa 14 masker lalu dibandingkan kinerjanya. Didapati bahwa  N95 merupakan masker yang paling efektif dalam mengurangi emisi droplet hampir 100%. Pilihan kedua yang terbaik adalah masker operasi 3 lapis. Selain itu, jenis masker berupa katun dan PP, juga dapat menahan bakteri dengan efektifitas di atas 90%.

Karena itu, pada pada masa pandemi ini sangat perlu disosialisasikan pemakaian masker.

 

Referensi

Liao, M. et al. (2021) ‘A technical review of face mask wearing in preventing respiratory COVID-19 transmission’, Current Opinion in Colloid and Interface Science, 52, p. 101417. doi: 10.1016/j.cocis.2021.101417.