Pengolahan Limbah Cair di PD PAL JAYA

Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kegiatan industri yang padat di perkotaan menimbulkan banyak tantangan bagi keberlanjutan lingkungan. Salah satu persoalan penting dan mendesak yang semakin kompleks di kawasan perkotaan adalah persoalan bagaimana mengelola air limbah secara efektif dan efisien. Persoalan ini menjadi tantangan tersendiri bagi DKI Jakarta, yang merupakan kawasan perkotaan terbesar di negeri ini.

Dalam rangka memfasilitasi masyarakat untuk memahami pengolahan limbah cair domestik, dengan contoh kasus DKI Jakarta,  Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Jember mengadakan webinar dengan topik “Pengolahan Limbah Cair Domestik” pada tanggal 29 Juli 2020 melalui media Zoom. Webinar ini menghadirkan Bapak Ahadiat Syafari, S.T., Manajer Teknik PD PAL JAYA sebagai narasumber. Acara ini dibuka oleh Dr.Ir. Yeny Dhokhikah, S.T.,M.T. sebagai Kaprodi Teknik Lingkungan Universitas Jember, dan dipandu oleh Bapak Fahir Hassan, S.T., M.T., dosen prodi Teknik Lingkungan yang dalam webinar ini berperan sebagai moderator.

Profil Perusahaan

Dalam presentasinya, Bapak Ahadiat Syafari, S.T. menceritakan profil PD PAL JAYA. Perusahaan Daerah ini berdiri pada tahun 1991.  Fokus bisnis perusahaan ini di antaranya adalah sistem terpusat/perpipaan, sistem setempat, layanan penyedotan lumpur tinja, daur ulang, dan operasi dan pemeliharaan.

Sistem Pengelolaan Air Limbah PT PAL JAYA

 

Untuk perpipaan, PD PAL JAYA sampai dengan 2019 memiliki jaringan perpipaan dengan panjang total lebih dari 104 km, luas bangunan perpipaan rumah tangga lebih dari 180 ribu meter persegi.

Metode Pemasangan Pipa

Ada tiga metode pemasangan pipa yang pernah digunakan oleh perusahaan ini, yaitu metode Open Cut, metode Boring Mesin, dan Metode Microtunneling. Metode Open Cut sejak tahun 1995 hingga saat ini sudah tidak dipraktikkan lagi karena tidak diizinkan. Metode Boring Mesin diterapkan untuk jenis pipa PVC dengan diameter tidak lebih dari 40 cm, sedangkan Microtunneling diterapkan untuk pipa RPC dengan diameter tidak kurang dari 40 cm.

Tiga Metode Pemasangan Pipa

Teknologi Pengolahan Air Limbah

Teknologi yang digunakan oleh PD PAL Jaya untuk mengolah limbah cair semula ada aerated lagoon.  Saat ini teknologi yang digunakan perusahaan ini adalah MBBR (Moving Bed Biofilm Reactor). Dalam MBBR terdapat proses penurunan konsentrasi materi organik dan konsentrasi polutan secara biologi yang terkandung dalam air limbah dengan menggunakan media biocarrier sebagai media pertumbuhan bakteri yang bergerak secara acak dalam reaktor oleh gelembung udara secara terus-menerus sehingga dapat melakukan degradasi materi organik secara cepat.  Teknologi ini dipilih karena dapat digunakan pada kawasan yang sempit.

Skema Moving Bed Biofilm Reactor di PD PAL JAYA

Dalam unit MBBR ini ada satu kompartemen untuk menurunkan BOD dan dua kompartemen untuk menurunkan konsentrasi amonia. Media pertumbuhan bakteri bergerak (moving) dengan dorongan dari blower.

Dari MBBR, air limbah masuk ke HRC (High Rate Clarifier) yang di dalamnya terdapat proses koagulasi dan sedimentasi. Setelah itu, masuk ke Feed Well, lalu akhirnya sebanyak 75% masuk ke Waduk Timur. Sisanya, 25% dilewatkan Pressure Filter Tank untuk diproses daur ulang.

Webinar ini dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta dari berbagai kalangan, di antaranya mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas di Indonesia.  Setiap peserta yang mengisi daftar hadir mendapatkan sertifikat elektronik yang sudah dishare panitia melalui email. Presentasi selengkapnya dapat dilihat pada video di kanal resmi Program Studi Teknik Lingkungan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *