Pengenalan Proses Produksi di Bidang Pertanian Industrial: Studi Kasus PT Mitratani Dua Tujuh

Program Studi Teknik Lingkungan telah menyelenggarakan kegiatan webinar yang sekaligus berperan sebagai kuliah lapang virtual pada tanggal 23 Oktober 2020 secara daring. Webinar ini bertujuan untuk mengenalkan para peserta dengan proses-proses produksi di bidang pertanian industrial.

Hadir sebagai narasumber ialah Bapak Edy Zen Yuliantoko, S.P., General Manager Perencanaan dan Pengembangan PT Mitratani Dua Tujuh.  Perusahaan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertanian industrial dan telah berhasil mengekspor produknya ke berbagai negara.

Berikut ini adalah sebagian isi presentasi dari Bapak Edy Zen Yuliantoko, S.P dengan sedikit parafrase dari penulis.  Dokumentasi lengkap webinar ini dapat dilihat di sini.

Profil Mitratani

PT Mitratani Dua Tujuh didirikan pada tahun 1994 dan mulai mengekspor kedelai ke Jepang pada tahun 1995.  Sebanyak 65% sahamnya dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara X dan 35% lainnya dimiliki oleh PT Kelola Mina Laut. Perusahaan ini memproduksi makanan sayuran yang dibekukan.

Gambar 1. Profil Mitratani

Di antara produk-produk perusahaan ini adalah sebagai berikut.

  • Edamame (kedelai beserta kulitnya)
  • Mukimame (kedelai tanpa kulit)
  • Edatsuki (kedelai beserta gagangnya)
  • Okura Whole (lady finger utuh)
  • Okura Coin (lady finger yang dipotong-potong)
  • Jusme (minuman yang berbahan baku edamame)

Proses-Proses Produksi di Mitratani

Proses-proses bisnis dari hulu sampai hilir perusahaan ini terdiri atas On Farm, Off Farm, dan Marketing.

  • On Farm

Proses penyiapan benih, penanaman, hingga pemanenan tiap tahun dilakukan di lahan seluas 1500 hektar.  Sekitar 95% lahan itu berada di Jember, dan sisanya di Lumajang.

  • Off Farm

Hasil panen kemudian dicuci, disortir, dimasak, didinginkan, lalu dibekukan.

  • Marketing

Setelah dibekukan, produk itu dijual. Sebanyak 75% produk dijual ke luar negeri (ekspor), sedangkan 25% lainnya dijual ke pasar lokal.  Dari sejumlah yang diekspor itu, sekitar 80% di antaranya diekspor ke Jepang. Lainnya diekspor ke berbagai negara, seperti Belanda, Australia, Malaysia, Afrika, Qatar, dan lainnya.

Adapun pasar lokal di antaranya di Jakarta, Surabaya, Kalimantan, Sumatera, dan lainnya. Sebagian produk yang dijual di pasar lokal berupa produk beku, dan ada juga  produk segar, bukan hasil pembekuan.

 

Perizinan Menyangkut Lingkungan Hidup di Mitratani

Ada lima jenis izin terkait dengan lingkungan hidup yang sampai saat ini dimiliki oleh Mitratani yaitu:

  • Izin Lingkungan
  • Rekomendasi Dokumen AMDAL
  • Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC)
  • Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3
  • Izin Pemanfaatan Limbah B3

Jenis-Jenis Limbah di Mitratani

Limbah-limbah yang merupakan sisa hasil produksi di Mitratani di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Amonia, yang digunakan sebagai sumber tenaga pendingin ruang cold storage dan IQF.  Volume limbah sekitar 10 liter per hari.
  • NaOCl, yang digunakan sebagai bahan disinfektan untuk mencuci produk dan peralatan. Volumenya sekitar 40 liter per hari.
  • Oli bekas, yang digunakan sebagai bahan bakar mesin boiler. Massanya sekitar 3 kg per hari.
  • Kulit edamame, yang merupakan sisa produksi edamame. Massanya kurang lebih 10 ton per hari.
  • Limbah baterai/aki, yang massanya sekitar 0,75 kg per hari.
  • Limbah domestik, dengan volume 5-10 meter kubik per hari.

Pengelolaan Limbah Padat di Mitratani

Beberapa upaya yang dilakukan Mitratani untuk mengelola limbah padat di Mitratani adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan upaya-upaya untuk pemilahan dan pewadahan sampah
  2. Meletakkan tempat sampah yang mudah dijangkau oleh pekerja.
  3. Pengumpulan sampah dari tempat-tempat sampah yang disebar di beberapa titik strategisdan tempat sampah yang ada dalam masing-masing area kerja secara kontinyu pada pagi dan sore hari kemudian dikumpulkan di dalam TPS internal.
  4. Menyediakan penampung sampah sementara (TPS) dan dibedakan/terpisah berdasarkan
    jenisnya.
  5. Pembersihan dan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA secara rutin setiap hari bekerja
    sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember.
  6. Limbah padat produksi seperti ranting, dahan dan hasil sortiran bahan baku, dan kulit
    edamame (muki) dikumpulkan pada penampungan sementara selanjutnya dikelola oleh
    pihak ketiga sebagai bahan pakan ternak.
  7. Mengelola limbah padat sesuai dengan panduan Kep. Bapedal 01 dan 03 tahun 1995.

 

Pengelolaan Limbah Cair di Mitratani

Beberapa upaya yang dilakukan Mitratani untuk mengelola limbah cair di Mitratani adalah sebagai berikut.

  1. Melakukan pengelolaan air limbah yang dihasilkan menggunakan Instalasi Pengolahan
    Air Limbah
  2. Mengolah air limbah domestik dan limbah cair produksi dalam IPAL secara terpisah
  3. Mengurangi jumlah timbulan air buangan dengan cara melakukan pemisahan antara
    limbah cair pabrik dan domestic dengan air limpasan hujan (dari saluran drainase)
  4. Menyesuaikan kapasitas IPAL dengan jumlah air limbah yang dihasilkan
  5. Membuat sumur resapan untuk menampung air limpasan hujan dari saluran drainase
  6. Melakukan pengujian kualitas air buangan secara berkala sesuai dengan peraturan
    yang berlaku, guna untuk mengantisipasi terjadinya penurunan efiensi removal IPAL
    yang direncanakan.
  7. Melakukan revegetasi ketika kegiatan konstruksi telah selesai untuk menjaga kualitas
    air permukaan dan meningkatkan nilai estetika di area lokasi kegiatan.

Gambar 2. Saluran-saluran pengolahan limbah cair di Mitratani

 

Pengolahan Limbah Gas di Mitratani

Beberapa langkah pengolahan limbah gas di Mitratani adalah sebagai berikut.

  1. Pemasangan cerobong udara pada masing-masing unit boiler dilengkapi dust collector
  2. Pemantauan udara emisi setiap 6 bulan sekali oleh Laboratorium independen
  3.  Melakukan program penghijauan di sekitar lokasi pabrik dan di wilayah studi secara berkala
    selama kegiatan operasional pabrik dilaksanakan
  4. Penghijauan yang dilakukan, difokuskan untuk menanam tanaman yang dapat menyerap
    bau seperti tanaman jenis sansivera dan tanaman yang menghasillkan bau sedap serta
    tanaman perdu untuk menyerap debu
  5. Melakukan penyiraman secara berkala pada area potensi debu terutama pada musim
    kemarau.

Gambar 3. Beberapa contoh cerobong udara di Mitratani

Contoh Pemanfaatan Limbah di Mitratani

Di antara contoh pemanfaatan limbah di Mitratani adalah pemanfaatkan minyak kotor sebagai bagan bakar penghasil uap. Limbah berupa minyak kotor dipompa ke tiga unit tangki dengan penampung kapasitas masing-masing 16.000 liter, kemudian dipompa masuk ke dalam proses pre-heater menggunakan electric heater sampai mencapai suhu 600 – 700 derajat Celsius untuk mengurangi kadar air dan untuk mempermudah initial ignition (penyalaan awal).  Selanjutnya, limbah minyak diumpankan ke burner untuk memanaskan air dalam boiler untuk menghasilkan uap panas dengan temperatur 1000 derajat Celsius. Uap dari boiler-boiler tersebut kemudian dialirkan ke area produksi untuk proses blanching (perebusan).

Gambar 4. Contoh Peralatan di Mitratani

 

Artikel ini ditulis oleh Abdur Rohman. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *